DESA KEMIRI BARAT MENJADI KAMPUNG TANGGUH NUSANTARA CANDI

Rabu, 17 Juni 2020
32
Card image cap

Batang- Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah menjadi wilayah Kampung Tangguh Nusantara  Candi diharapkan mampu meminimalisir dan menangkal penyebaran  virus Corona atau Covid -19.

“Kampung tangguh Nusantara candi ini merupakan itikad bersama untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dilingkungan kita,” kata Kapolres Batang AKBP Abdul Waras saat meninjau kampung tangguh nusantara candi di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Selasa (16/6/2020).

Nampak hadir Wakil Bupati Batang Suyono, Dandim 0736/Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu, Pejabat Utama Polres Batang, Forkopimcam Subah, Perangkat desa dan satgas Covid-19 Kecamatan Subah.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan Pemerintah yaitu penerapan New Normal atau adaptasi kehidupan baru.

“Mari bersama-sama mencegah virus Corona dengan baik, saling peduli  dan semangat gotong-royong mengedepankan protokol kesehatan untuk menuju New Normal dan juga meningkatkan ketahanan pangan ditengah pandemi corona,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat Desa Kemiri Barat harus benar-benar menjaga kampungnya secara rutin melakukan pantauan, saling jaga, menerapkan protokol kesehatan, dan mendata warga yang keluar masuk desanya.

"Saya apresiasi kepada warga Kemiri Barat yang bersedia ditunjuk sebagai kampung tangguh nusantara candi, terlebih desa ini masuk dalam kategori salah satu desa yang memiliki banyak prestasi di Kabupaten Batang," ungkapnya.

Ia menambahkan, peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam pencegahan penyebaran virus Corona, karena tanpa peran aktif masyarakat upaya maksimal pemerintah akan sia-sia.

Sementara, Wakil Bupati Batang Suyono mendukung, gagasan Polres Batang yang menggelar lomba desa tangguh nusantara candi. Warga Kemiri Barat memiliki kekompakan yang luar biasa masyarakatnya yang rukun, agamis dengan adanya ponpes bahkan beberapa kali dalam pemilihan Kepala desa no money politik.

"Kekompakan ini perlu dicontoh oleh desa yang lainnya, karena warga telah sepenuhnya sadar akan pentingnya kemajuan untuk desanya," tuturnya.

Saat ini Pemda Batang telah mulai belajar New Normal atau adaptasi kehidupan baru, ini perlu terus disosialisasikan kepada warga karena masih banyak warga yang belum memahami apa itu New Normal.

"New Normal bukan berarti virus Corona sudah hilang, tapi kita dituntut untuk lebih waspada, tingkatkan pola hidup sehat dan terapkan protokol kesehatan," tandasnya.

Dalam New Normal lanjutnya, masyarakat boleh beraktivitas seperti biasa, namun kewaspadaan untuk pencegahan covid-19 tetap menjadi prioritas, kalau masyarakat terus berdiam diri dirumah ekonomi bisa hancur.

"Saya pesan kepada warga Kemiri Barat jangan sampai program ini gagal, sehingga perlu koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk meggerakkan sendi-sendi, sehingga warga sadar sepenuhnya akan pencananganan ini," pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)